Pesawat kini menjadi mode transportasi yang makin digemari banyak orang. Tak lain karena waktu tempuh perjalanan yang ditawarkan lebih singkat dibandingkan transportasi darat. Banyak orang memilih transportasi udara ini ketika ingin berlibur ke luar negeri atau untuk perjalanan bisnis.

Bagi orang yang sering menggunakan pesawat untuk rute domestik maupun luar negeri pasti sedikit tahu mengenai perbedaan harga tiket pesawat yang ditawarkan. Tak jarang, harga tiket domestik justru lebih mahal dibandingkan harga tiket pesawat ke luar negeri.

Banyak orang yang mempertanyakan hal tersebut. Kenapa bepergian di dalam negeri sendiri memakan biaya transportasi lebih mahal dibandingkan ke luar negeri. Apa faktor yang menyebabkan perbedaan harga tersebut. Berikut penjelasannya.

  • Pajak

Perbedaan harga tiket pesawat domestik dengan luar negeri paling banyak dipengaruhi oleh pajak yang dikenakan. Untuk rute domestik, pemerintah mengenakan dua jenis pajak. Yaitu pajak PPn terhadap tiket (bagi konsumen) dan juga PPn terhadap bahan bakar aftur. Pajak tersebut dikenakan tarif 10%. Sedangkan untuk tiket pesawat rute luar negeri tidak dikenakan PPn.

Harga awal tiket sebelum dikenakan PPn yang ditetapkan oleh maskapai lokal sudah lebih tinggi dibanding rute luar negeri. Yaitu karena harga aftur di Indonesia lebih mahal dibandingkan di luar negeri. Padahal beban biaya bahan bakar pesawat bisa mencapai 35% hingga 40% dari biaya pengeluaran penerbangan.

Serta ditambah lagi dengan PPn khusus pembelian Aftur. Pengeluaran maskapai pun menjadi semakin besar. Terutama dari malaysia dan singapura. Akibatnya, banyak calon penumpang yang memilih rute ke luar negeri terlebih dahulu.

Yang paling sering terjadi misalnya untuk rute Aceh ke Jakarta. Harga tiket maskapai lokal untuk satu kali terbang memasang harga yang lebih tinggi dibanding rute dengan transit di Malaysia. Penumpang harus rela menunggu berlama-lama di bandara transit jika memang ingin mendapatkan tiket pesawat yang lebih murah.

  • Penjualan Tiket

Di jaman modern seperti sekarang ini, semua kegiatan sudah mengalami perubahan berbasis digital dan online. Tak terkecuali dalam hal pemesanan tiket transportasi, khususnya tiket pesawat. Di luar negeri hampir semua transaksi penjualan dan pembelian tiket pesawat dilakukan secara online. Di Indonesia pun juga sudah menerapkan hal yang sama, tetapi belum sepenuhnya berpindah ke sistem penjualan online.

Ada beberapa maskapai penerbangan yang masih menyediakan tiket via agen penjualan tiket. Harga tiket yang ditawarkan di agen penjualan tiket pesawat masih cenderung mahal dibandingkan dengan penjualan online. Hal tersebut karena agen perlu mengambil sekian persen keuntungan sebagai komisinya.

  • Persaingan

Lalu lintas penerbangan ke luar negeri jauh lebih padat dibandingkan rute domestik, yaitu rute untuk negara tetangga sepeti Singapura atau Malaysia. Banyak maskapai yang memasang harga lebih murah untuk menarik pelanggan. Jika tidak memberi harga tiket yang murah, bisa-bisa maskapai tersebut sepi pelanggan dan kalah saing dengan maskapai lain.

Sedangkan untuk tujuan domestik lebih jarang atau lalu lintas penerbangannya kurang padat. Sehingga maskapai penerbangan berani untuk memasang harga sedikit lebih tinggi dari harga standarnya. Orang-orang mau tidak mau akan tetap membayar dengan harga tersebut karena tidak ada pilihan lain. Tidak terlalu banyak maskapai yang menawarkan frekuensi terbang yang banyak dalam periode singkat.

  • Pesawat yang Digunakan

Faktor ini juga terbilang faktor yang sangat mempengaruhi harga tiket pesawat domestik yang cenderung mahal. Perusahaan maskapai penerbangan lokal masih belum banyak yang memiliki armada berbadan lebar dan besar. Hanya beberapa unit saja yang dimiliki perusahaan maskapai penerbangan ternama di Indonesia. Sisanya masih menggunakan pesawat berbadan kecil hingga sedang yang tidak terlalu banyak memuat penumpang.

Karena faktor tersebut, perusahaan maskapai penerbangan mematok harga yang lebih mahal. Karena jumlah penumpang yang dapat ditampung tidak terlalu banyak sedangkan biaya operasional dan keperluan terbang cukup besar.

Selain itu, karena awak pesawat yang tidak terlalu besar maka ukuran batas bagasi penumpang pun menjadi lebih sedikit. Jika penumpang terlanjur membawa barang bawaan yang banyak dan melebihi ketentuan, maka penumpang harus membayar biaya kelebihan bagasi. Harga akhir untuk sekali penerbangan pun menjadi lebih besar.

  • Batasan Harga

Selain mengatur pajak terhadap tiket dan pembelian afthur, pemerintah juga menetapkan peraturan mengenai harga tiket pesawat untuk semua perusahaan maskapai lokal. Yaitu pemerintah menetapkan harga tiket minimal dan maksimal yang boleh ditawarkan oleh maskapai penerbangan.

Harga minimal yang ditentukan pemerintah cenderung lebih mahal dibanding harga termurah yang bisa ditawarkan oleh maskapai asing. Pihak maskapai penerbangan lokal tidak bisa menurunkan lebih rendah dari yang sudah ditetapkan pemerintah demi mendapatkan penumpang.

Sedangkan untuk maskapai asing tidak diberlakukan peraturan tersebut. Sehingga maskapai asing masih bisa menawarkan harga tiket pesawat lebih rendah lagi dibanding harga terendah yang diatur bagi maskapai lokal. Namun hal tersebut jarang terjadi karena pihak maskapai asing pasti juga memperhitungkan laba dan rugi bagi perusahaan.

Berikut ini beberapa contoh batasan harga tiket pesawat di kota-kota besar dalam negeri yang diatur oleh pemerintah Indonesia :

  • Jakarta – Denpasar

Harga terendah yang diperbolehkan pemerintah untuk rute Jakarta denpasar dan sebaliknya adalah Rp 495.000. Sedangkan harga maksimal adalah Rp 1.651.000. Perusahaan maskapai penerbangan boleh memasang harga yang berbeda menyesuaikan biaya pengeluaran dan level pesawat.

  • Jakarta – Jogjakarta

Harga atau batas terendah berada di angka Rp 299.000 dan untuk harga tertinggi rute Jakarta Jogjakarta adalah Rp 998.000.

  • Jakarta – Medan

Selain rute Jakarta Denpasar, rute Jakarta Medan juga salah satu rute domestik yang terpadat. Pemerintah menetapkan harga tiket pesawat terendah sebesar Rp 632.000 sedangkan harga maksimal adalah Rp 2.108.000.

  • Jakarta – Jayapura

Harga tiket untuk rute Jakarta Jayapura terbilang lebih mahal daripada rute domestik lainnya. Selain jarak tempuh yang lebih jauh, jadwal penerbangan untuk rute ini juga tidak terlalu padat. Untuk itu pemerintah menetapkan batas terbawah pada angka Rp 1.640.000 dan batas atas adalah Rp 5.468.000.

  • Jakarta – Surabaya

Harga tiket terendah untuk dua kota terpadat di Indonesia yaitu Jakarta Surabaya dan sebaliknya adalah Rp 412.000 saja. Sedangkan untuk harga tertinggi yang diperbolehkan pemerintah adalah Rp 1.372.000.

  • Jakarta – Padang

Rute domestik yang paling padat adalah Jakarta Padang dan sebaliknya. Pemerintah menetapkan harga Rp 1.706.000 untuk batas maksimal dan Rp 512.000 untuk harga minimum.

Kurang lebih seperti itulah yang menyebabkan penetapan harga tiket pesawat lokal maupun domestik. Siapkan kantong Anda antara harga terendah hingga harga tertinggi yang ditawarkan. Harga tiket tersebut akan berbeda untuk setiap maskapai.

Selain itu juga kelas pelayanan dan fasilitas yang Anda inginkan, apakah ekonomi, bisnis, atau eksekutif. Untuk harga tiket pesawat domestik rute lain dapat diakses di website Mister Aladin penerbangan lokal. Semoga beberapa informasi diatas dapat berguna dan perjalanan udara Anda dapat berlangsung dengan nyaman sesuai rencana.